Tumbuh Kembang Anak Grow Happy Dengan Nutrisi yang Cukup dan Bahagia

by - 10.56


Lahirnya Maura ditengah keluarga kecil kami merupakan sebuah anugrah. Maura banyak mengubah saya dan suami kearah yang lebih baik. Tapi, sempat saya berfikir “apakah bisa saya memberikan perhatian dan cinta yang penuh untuk Maura?” Pikiran itu sering muncul mengingat saya dan suami sama sama bekerja. Setelah curhat dan bertukar pikiran dengan suami, kita berdua sepakat untuk tidak pegang handphone atau gadget setelah sampai dirumah dan mencurahkan sisa waktu full untuk Maura sebelum Maura tertidur. Tapi, saya berpikir apakah itu cukup? Apakah saya dan suami bisa memberikan perhatian lebih ditengah kesibukan kami berdua? Nah, beruntungnya saya bersama teman-teman dari Kumpulan Emak Blogger Medan mendapat invitation untuk menghadiri acara workshop parenting yang diadakan oleh Nestlé LACTOGROW ‘GROW HAPPY’


Mengenal  Nestlé LACTOGROW ‘GROW HAPPY’

Nestlé LACTOGROW hadir kembali dengan kampanye ‘Grow Happy’ yang ebrtujuan untuk merayakan kebahagiaan dan membantu orang tua menciptakan lingkungan yang dapat membuat anak merasa bahagia. Kali ini Nestlé LACTOGROW mengajak orang tua untuk menerapkan Grow Happy Parenting dengan cara berbagi mengenai gaya pola asuh ‘Grow Happy’.
Nestlé LACTOGROW merupakan susu pertumbuhan untuk anak usia 1 tahun keatas yang mengandung lactobacillus reuteri, Asam Linoleat (omega 6), Asam Linoleat (Omega 3), Minyak ikan, 12 vitamin dan 7 mineral yang terdiri dalam variant plain, vanilla dan madu. Diformulasikan secara khusus oleh para ahli di Nestlé Resecarch Centre, Switzerland, membantu tumbuh kembang Si Kecil yang bahagia, Grow Happy.


Acara dibuka oleh Brand Executive Nestlé LACTOGROW  Pramudita Sarastri yang menambahkan bahwa melalui kampanye Grow Happy, Nestlé LACTOGROW ingin membantu orang tua untuk bisa menerapkan kemampuan membangun kebahagiaan dirinya sendiri agar bisa membagi kebahagiaan pada anak dan keluarga, serta bosa menyediakan nutrisi yang optimal bagi anak-anak untuk tumbuh bahagia.


Anak yang Bahagia Didukung Oleh Orang Tuanya yang Juga Bahagia



Acara dilanjutkan oleh Psikolog Elizabeth Santosa, MPsi, Psi, SFP, ACC. Belaiu benar benar membuka mata saya tentang banyak hal yang tidak saya sadari sebelumnya. Hal pertama itu adalah ternyata selama ini banyak orang tua yang punya kondisi ‘hadir tapi tidak hadir’ selama menghabiskan waktu bersama anaknya. Contoh, disaat sedang menonton kartun kesukaan si anak, fisik orang tua memang hadir, tapi fikiran entah melayang kemana sehingga sang anak tidak sepenuhnya bersama orang tua. Disini, bu Elizabeth juga menjelaskan Tantangan hidup modern seperti tingkat stress dan interaksi intes dengan handphone membuat orang tua masih belum bisa memaksimalkan keterlibatan mereka bersama anak. Disini saya tersenyum mengingat kesepakatan yang saya dan suami buat untuk sebisa mungkin tidak memegang handphone atau gadget kecuali ada sesuatu yang urgent. Hal ini dengan senang hati saya jalankan kerena saya dan suami sadar kesempatan kami untuk menghabiskan waktu bersama Maura hanya ketika pulang kerja- sampai malam sebelum waktunya tidur.
Beliau juga tidak lupa memberikan tips agar lebih terlibat dalam kegiatan anak, seperti :
ü  Memberikan makanan tepat waktu dan bergizi
  ü  Mendukung kompetensi anak
  ü  Cukupi waktu tidur anak
  ü  Memberikan cinta tanpa syarat kepada anak
  ü  Menjadi orang tua yang bahagia sehingga bisa menularkan kebahagiaannya kepada pasangan dan       anak

  Disamping itu, disini bu Elizabeth juga menjelaskan satu hal yang tidak kalah penting. Bahwa sebagai orang tua tidak akan bisa mendukung anak untuk bahagia, apabila orang tuanya sendiri tidak bisa membuat dirinya bahagia terlebih dahulu.  Karena, orang tua yang bahagia akan menghasilkan anak yang memiliki ketahanan teradap stress dan tantangan hidup di masa depan. Anak-anak ini  dihasilkan melalui pola asuh orang tua yang bahagia dan terlibat dalam aktivitas anak. Disini kembali terlintas dipikiran saya, gak jarang orang tua hanya memprioritaskan kebahagiaan anaknya tanpa memperdulikan kebahagiaannya sendiri terlebih dahulu, yang dulu saya kira itu bernar, ternyata salah besar.  Jadi moms, jangan lupa bahagia ya! Pentingnya kebahagiaan orang tua, ternyata sangat diperhitungkan diacara workshop ini. Karena bu Elizabeth sudah menyiapkan serangkaian test berupa games yang akan mengukur keadaan psikologi para hadirin. Nah, menutup sesinya, bu Elizabeth juga tidak lupa memberikan beberapa kiat yang dapat membantu orang tua untuk membesarkan anak agar tumbuh bahagia, diantaranya:
  ü  Memberikan makanan tepat waktu dan bergizi
  ü  Mendukung kompetensi anak
  ü  Cukupi waktu tidur anak
  ü  Memberikan cinta tanpa syarat kepada anak
  ü  Menjadi orang tua yang bahagia sehingga bisa meularkan kebahagiaannya kepada pasangan dan         anak

Anak yang Bahagia juga ditentukan dari asupan Nutrisi seimbang

Selain sisi psikolog, untuk menunjang anak tumbuh bahagia adalah pentingnya nutrisi seimbang untuk anak, disini Dokter Spesialis Anak dr. Fatima Safira Alatas Ph.D, SpA(K) mengatakan bahwa pentingnya bagi orang tua untuk mengerti dan mengetahui tentang nutrisi seimbang termasuk susu dengan kandungan gizi untuk melengkapi asupan nutrisi bagi buah hati mereka. Karena, anak yang mengkonsumsi makanan dengan gizi lengkap dan seimbang akan memiliki saluran pencernaan yang sehat dapat menyerap nutrisi dengan baik sehingga anak anak memiliki selera makan dan pola tidur yang baik yang pastinya anak berpengaruh dan menunjangnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal Dr. Fatima juga memberikan tips untuk membentuk saluran cerna yang sehat, perlunya menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan cara:
 ü  Konsumsi makanan bernutrisi lengkap dan bervariasi
ü  Konsumsi makanan yang mengandung probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan
ü  Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan melakukan olahraga secara teratur

Sore hari saat bertemu suami, saya tidak lupa cerita panjang lebar tentang acara workshop yang saya ikuti kali ini. Saya sempat sedih karena merasa masih sangat jauh dari kata sempurna untuk menjadi sosok ibu yang baik bagi Maura. Tapi, suami kembali mengingatkan segala sesuatu butuh proses dan hal hal yang dirasa kurang masih bisa diperbaiki. Apalagi setelah mengikuti workshop ini saya dan suami banyak mendapat ilmu dan juga membuka pikiran kami untuk memperhitungkan juga kebahagiaan kami sebagai orang tua guna membuat Maura lebih bahagia lagi, Terima kasih Nestlé LACTOGROW sudah membantu kami untuk membuat Maura Grow Happy.



You May Also Like

0 komentar