review film Kedi

Hello there! balik lagi with another review. Kali ini aku bakal review film dokumenter judulnya 'Kedi'. Aku tau film ini dari suamiku, which is kita sama sama suka nonton dan suka kucing, jadi untuk film yang satu ini cocok banget ditonton buat kamu yang suka kucing. Okay, back to topic, Kedi (yang dalam bahasa Turki artinya Kucing) bercerita tentang bagaimana kehidupan kucing yang ada disana. Dalam film yang berdurasi 1 jam 18 menit ini akan ditarik garis besar kehidupan kucing disana melalui beberapa 'tokoh' utama, yaitu kucing kucing yang bernama Psikopat, Aslan & Deniz, Gamsiz, Duman, bengu & sari. Hidup dijalanan gak membuat kucing-kucing ini haus kasih sayang dan juga kelaparan setiap harinya. Bisa dilihat dari beberapa scene disini, setiap sudut jalan di Istanbul, Turki tersedia dry food dan juga kotak air untuk mereka. Bakan, kucing-kucing yang saya sebutkan namanya jadi juga punya 'tuan' yang setiap hari rajin memberi mereka makan dan tempat beristirahat kalau mereka datang. stray cat disana benar benar diurus dengan baik oleh masyakarat sekitar. gak ada tuh yang namanya menendang, menyiram dengan air, atau bahkan menyiksa mereka. Bisa dibilang kucing liar disana kehidupannya sudah menyatu dengan masyarakat di Instanbul sendiri. Kucing -kucing disana bahkan gemuk-gemuk loh. Film kedi ini mempertontonkan bagaimana harmonisnya kehidupan masyarakat dan kucing liar yang saling berdampingan. Meskipun begitu, tidak sedikit masyarakat disana yang juga khawatir tentang nasib hewan-hewan tanpa tuan ini. Setelah menonton film Kedi, Insting kamu akan dibangkitkan untuk tetap bermurah hati walaupun hanya sekedar berbagi makanan kepada mereka. 
ada beberapa fakta menarik yang dapat saya tarik setelah menonton film ini. 


  1.  Masyarakat Turki percaya, kalau kucing bisa menyerap energi negatif manusia
  2.  Kucing yang biasanya terlihat cuek, ternyata mengetahui manusia yang menyayanginya. dan mereka menghargai itu
  3. Orang orang penyuka binatang sudah bisa dipastikan ramah.
  4. Masyarakat Instanbul punya rekening kredit didokter hewan, jadi jika peliharaan mereka sakit atau menemukan kucing terluka dijalan mereka gak segan membawa ke dokter hewan tanpa takut masalah biaya
  5. Setiap lapisan masyarakat disana bisa dibilang menyukai kucing, mulai dari anak anak sampai kakek-nenek. terlihat dari kebiasaan mereka mengelus atau membagi makanan dengan kucing yang mereka temui.


nah, dan satu lagi, setelah menonton film Kedi ini, saya juga jadi membayangkan fakta kehidupan kucing liar disini (dan hewan liar lainnya) yang sering kali ditendang biarpun gak ada salah, disiram air, disiksa secara gak manusiawi, bahkan tempat pelampiasan emosi. Yah, itu semua memang menunjukkan karakter dan juga pola pikir setiap orang ya.




(PS: yang ingin menonton film Kedi, bisa tonton di Youtube, atau beberapa situs streaming film)

You May Also Like

0 komentar